Pertemuan ketiga- Epistemologi ( 18 September 2014)
Di pertemuan ketiga ini , saya belajar dari dua sesi yang sesi pertama mengenai salah satu cabang filsafat Epistemologi dan sesi kedua mengenai Kebenaran.
Yang pertama saya akan membahas tentang Epistemologi yang berarti cabang Filsafat berkaitan erat dengan asal, sifat, karakteristik ,dan jenis pengetahuan.
Dari beberapa metode ada metode yang dapat digunakan dalam memiliki ilmu, melalui akal budi atau disebut metode rasionalisme dan pancaindera, kedua metode empiris, dan metode fenomenalisme. Kemudian bisa juga digunakan dengan metode kelima ini yaitu metode induktif, metode deduktif, metode positivisme, metode dialektis, dan metode kontemplatis.
2. Metode Rasionalisme yaitu suatu cara atau merode dalam memperoleh sumber pengetahuan yang berlandaskan pada akal. Tokohnya dari metode Rasionalisme adalah Rene Descartes. Ia membuat kata-kata yang bagus sekali menurut saya dan sangat terkenal yaitu cogito ergo sum yang berarti
saya berpikir maka saya ada.
3. Metode Fenomenalisme yaitu suatu cara atau metode dalam memperoleh suatu ilmu pengetahuan berdasarkan pengalaman dalam dirinya sendiri atau bisa dengan gejala -gejala . Tokoh dari metode ini ialah Imannual Kant. Ia yang membenarkan dari kedua teori tersebut.
Selanjutnya ada 3 sifat dari Epistomologi :
1. Secara Kritis yaitu mempertanyakan cara kerja, pendekatan, kesimpulan yang ditarik dalam kegiatan kognitif manusia
2. Secara normatif yaitu menentukan tolak ukur atau norma
3. Secara evaluatif yaitu berdasarkan keyakinan dan dapat dipertanggubg jawabkan dari pendapat suatu
teori dan dijamin kebenaran nya secara logis dan akurat.
teori dan dijamin kebenaran nya secara logis dan akurat.
Ada 5 teori kebenaran salam ilmu pengetahuan :
1. Korespondensi (sifat nya subyektif)
2. Koherensi (adanya kesesuaian)
3. Pragmatik (ada kegunaannya)
4. Konsesnsus (adanya kesepakatan bersama)
5. Semantik ( tentang arti suatu kata)
Di sesi kedua, saya mempelajari tentang Kebenaran .
Kebenaran itu bersifat sebagai ilmu pengetahuan yang disebut sebagai kebenaran epistomologis. Aletheia adalah kata yunani yang berarti kebenaran.
Menurut kaum Positivisme Logis kebenaran dibedakan menjadi dua yaitj ada kebenaran faktual (bersifat nisbi) dan kebenaran nalar (bersifat mutlak dan tidak niscaya).
Menurut Thomas Aquinas ada kebenaran Ontologis atau kebenaran yang ada dalam kenyataan dan kebenaran logis atau kebenaran yang ada dalam akal budi manusia.
Sumber : power point
like this na<3 ditunggu post materi selanjutnyaaa
BalasHapuspost nya bagus, dikasih nilai 90 yaa :)
BalasHapusHaha iya thanksyouu teman teman:-))
BalasHapus89 hehe bagusss nih :)
BalasHapusPost nya bagus,rapih hehe 86 ya
BalasHapusMakasih yaa wahahha :)
BalasHapuspemilihan warnanya sih pinter loh heheh ngejreng biar pada ga males baca ! hehe keren - keren 88 yaaaaa
BalasHapus