Berbagai Cara Mengatasi Depresi dan
Stres pada Orang Dewasa
Latar
Belakang Masalah
Pada zaman
modern ini, banyak manusia yang mengalami stres, kecemasan, dan kegelisahan.
Masih saja ada orang yang berpikir bahwa stres dan depresi bukan benar-benar
suatu penyakit. Padahal, dibandingkan AIDS yang menjadi momok saat ini, stres
dan depresi jauh lebih bertanggung jawab terhadap banyak kematian. Hal tersebut
disebabkan dari sumber berbagai penyakit (Lubis, 2009).
Stres dan depresi yang dibiarkan berlarut-larut
akan membebani pikiran dan dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh. Apabila seseorang
berada dalam emosi yang berebihan, maka tubuh seseorang akan menjadi lemah.
Depresi merupakan salah satu masalah kesehatan mental utama saat ini yang
mendapat perhatian serius. Hal itu disebabkan oleh tingkat stres yang sangat
tinggi akibat tuntutan hidup yang semakin bertambah (Lubis, 2009).
Berawal dari stres yang tidak diatasi,
maka seseorang bisa jatuh ke fase depresi. Rathus (1991) menyatakan bahwa orang
yang mengalami depresi umumnya mengalami gangguan keadaan emosi, motivasi,
fungsional, dan gerak tingkah laku serta kognisi. Artinya, bahwa penting sekali
depresi dan stres untuk diatasi dengan baik. Hal itu disebabkan jika dibiarkan
terus-menerus akan mengakibatkan seseorang tidak mampu berinteraksi secara
positif di lingkungannya.
Pada dasarnya,
stres dan depresi perlu dikelola dan diatasi. Dalam pikiran seseorang tentunya
pernah berusaha untuk membiarkan atau menghindari kondisi, situasi, dan
peristiwa yang penuh dengan tekanan. Meskipun begitu, ada orang yang berusaha
mengubah, mengelola, atau mengatasinya secara tepat dan efektif.
Cara
Mengatasi Stres dan Depresi dengan Pola Hidup Sehat dan Pola Hidup Harmonis
Pola hidup sehat. Pola
hidup sehat adalah cara menghadapi stres yang terbaik. Pola hidup sehat
digunakan dengan cara mengelola perilaku dan tindakan. Sehingga dengan adanya
stres tidak menimbulkan gangguan, akan tetapi menjadi sehat dan berkembang. Orang-orang
yang menjalani pola hidup sehat adalah kelompok yang mampu mengelola waktu dan
kesibukan dengan cara yang baik dan teratur. Hal itu berarti seseorang tidak
perlu merasa ada sesuatu yang menekan meskipun sebenarnya tantangan dan
tertekan cukup banyak (Christian, 2005).
Pola hidup harmonis. Pola
hidup harmonis adalah pola menghadapi stres dengan kemampuan mengelola waktu
dan kegiatan secara harmonis. Hal tersebut berarti tidak menimbulkan suatu hambatan
untuk menghadapi stres dengan pola ini. Dalam pola ini, individu mampu
mengendalikan berbagai kesibukan dan tantangan dengan cara mengatur waktu
secara teratur. Dengan demikian, akan terjadi keharmonisan dan keseimbangan
antara tekanan yang diterima dengan reaksi yang diberikan. Tentunya juga dengan
pola ini keharmonisan antara dirinya dan lingkungannya tetap terjaga
(Christian, 2005).
Cara
Mengatasi Stres dan Depresi dalam Mengembangkan Sikap Positif Seseorang
Hadapilah masalah dengan sikap positif. Stres tidak selalu disebabkan oleh
sesuatu yang nyata, tetapi sesuatu yang dipikirkan, dianggap, dan dibayangan
yang mengganggu. Stres dapat juga menimbulkan kesulitan serta ancaman bagi
penderita stres yang berlebihan. Pada waktu menghadapi stres semacam itu,
sebaiknya selalu bersikap positif. Berikut ini akan disampaikan gagasan-gagasan
bagaimana mengembangkan sikap positif (Hardjana, 1997) .
Pikirkanlah lebih dahulu. Jika pada suatu saat dalam hidup
seseorang terkena stres, sebaiknya tetap tenang dan bertanya kepada diri
sendiri. Apa penyebab stres itu nyata atau hanya bayangan. Berpikir sejenak sebelum
membiarkan diri menjadi korban stres dan memberikan kesempatan untuk meninjau
pengandaiannya (Hardjana, 1997).
Jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan.
Dalam menghadapi kesulitan atau masalah sebaiknya bertanya terlebih dahulu.
Selain itu, pikirkan apa yang dapat dilakukan untuk mencegah hal yang
ditakutkan agar tidak menjadi kenyataan. Pada akhirnya, kita harus mengambil
sikap yang dapat kita lakukan untuk menghadapinya. Dengan cara itu, seseorang
dapat mengembangkan rasa percaya dirinya
dan juga dapat bersiap mental untuk melengkapi diri. Hal itu adalah cara yang
tepat untuk mengatasi masalah (Hardjana, 1997).
Belajar dari orang lain. Seseorang
mungkin tidak mampu mengatasi stres. Tetapi dengan adanya teman dan sahabat, mereka semua dapat membantu
seseorang untuk mengatasi stresnya. Dengan menjumpai orang-orang terdekat
tersebut, seseorang akan dapat belajar darinya tentang bagaimana menghadapi
stres yang dialaminya. Berkat nasihat, bantuan, serta petunjuknya seseorang juga
dapat dirangsang menjadi kuat untuk menghadapi stres (Hardjana, 1997).
Meningkatkan kualitas tidur. Tidur
yang terganggu kadang-kadang merupakan gejala stres yang utama. Kondisi ini
sering merupakan hal yang paling sulit untuk dikembalikan ke kondisi semula.
Hal ini berarti pola tidur yang terganggu sering merupakan tanda-tanda pertama
adanya stres. Tidur terkadang begitu kompleks, namun begitu alami sehingga
tidak dapat dipahami dengan cara ini. Tetapi juga sangatlah mungkin bagi
seseorang untuk mendapatkan pola tidur yang baik .
Tidur secara rutin. Tidur merupakan
proses biologis. Tidur merupakan refeleksi salah satu ritme biologis mendasar
yang mengatur kerja tubuh seseorang. Jadi, jika seseorang tidak mengikuti atau
mengacaukannya ritme biologis tersebut, maka ritme itu akan berpengaruh buruk
pada seseorang yang mengalaminya (Rogers & Graham, 1999).
Dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa
tidurlah secara rutin, dan jangan ubah pola tidur yang sudah ada. Dengan
demikian, setiap metabolisme seseorang akan tidak beraturan jika tubuhnya tidak
memiliki kebiasaan tidur secara rutin. Selain itu, apabila tida sesuai dengan
rutinitasnya maka, kondisi tubuh yang dialami akan sekin buruk.
Manfaat terapi tawa untuk kesehatan. Orang yang menderita beraneka penyakit yang berhubungan
dengan stres dengan cara tertentu telah merasakan manfaat sesi tawa. Tetapi ada
penyakit kronis yang telah disembuhkan oleh terapi tawa. Tawa lebih merupakan
terapi pelengkap dan pencegahan (Kataria, 1999).
Antistres. Tawa adalah penangkal stres yang
paling baik, murah, dan mudah. Tawa adalah salah satu bentuk cara terbaik untuk
mengendurkan otot. Tawa mempelebar pembuluh darah dan mengirim lebih banyak
darah hingga ke ujung-ujung dan ke semua otot di seluruh tubuh. Satu putaran
tawa yang bagus juga mengurangi tingkat hormon stres, epineprine, dan cortisol.
Dapat dikatakan tawa adalah sebentuk meditasi dinamis atau relaksasi (Kataria,
1999).
Dalam meditasi, orang harus melakukan
usaha untuk melepaskan diri sepenuhnya untuk menghidari gangguan. Ketika
tertawa, setiap orang tidak secara sadar berpikir dan semua indera secara alami
dan spontan bersatu dalam saat yang selaras. Dalam model-model meditasi lain,
perlu banyak berkonsentrasi untuk menyingkirkan pikiran-pikiran yang menggangu.
Oleh karena itu, bentuk meditasi tersebut merupakan yang paling mudah dan yang langsung
memberikan relaksasi (Kataria, 1999).
Depresi, kecemasan, dan gangguan
psikosomatis. Stres dan tekanan kehidupan modern berdampak buruk
terhadap pikiran dan tubuh manusia. Penyakit-penyakit yang berhubungan dengan
pikiran, seperti kecemasan, depresi, gangguan syaraf, dan insomnia mengalami
peningkatan. Hal tersebut berarti perlu adanya suatu terapi yang dapat membantu
penyakit tersebut agar tidak mengalami suatu peningkatan yang cukup signifikan
(Kataria, 1999).
Dapat disimpulkan bahwa tawa adalah salah
satu terapi yang baik untuk membantu banyak orang dalam mengobati depresi tanpa
harus menggunakan obat penenang. Jika begitu, mereka akan lebih mudah tidur dan
mengalami penurunan tingkat depresinya. Orang-orang yang mempunyai
kecenderungan bunuh diri mulai mendapat harapan (Kataria,1999).
Simpulan
Dari definisi
diatas, dapat disimpulkan bahwa stres dan depresi merupakan kondisi ketegangan
yang berpengaruh terhadap emosi, jalan pikiran, dan kondisi fisik seseorang.
Stres atau depresi yang tidak dapat diatasi dengan baik biasanya berakibat pada
ketidakmampuan seseorang untuk berinteraksi secara positif dengan
lingkungannya. Arti dari lingkungan tersebut adalah lingkungan kerja maupun di
lingkungan sehari-hari. Seseorang yang mengalami depresi akan menghadapi
berbagai gejala negatif pada prestasi yang akan dicapai dalam hidupnya.
Perbedaan seseorang dalam menghadapi
penyakit stres tidak selalu sama. Cara mengatasi depresi atau stres setiap
individu, tergantung pada kemampuan diri dalam mentoleransi tingkat stres yang
dialami seseorang tersebut. Penyakit stres yang dialami individu mulai dari
tingkat ringan, sedang dan berat. Oleh karena itu, dalam mengatasi stres
terlebih dahulu harus melakukan pendeteksian penyebab stres nya. Kemudian
dianalisis kondisi emosional individu yang bersangkutan dan diberikan treatment yang tepat bagi individu
tersebut.
Daftar Pustaka
Christian, M.
(2005). Jinakkan stres: Kiat hidup bebas
tekanan. Bandung: Next Media
Hardjana, A. M.
(1997). 35 cara mengurangi stres. Yogyakarta:
Kanisius.
Kataria, M.
(1999). Manfaat terapi tawa untuk kesehatan. Dalam M. Aria (Ed.), Laugh for no reason: Terapi tawa.
Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Lubis, N. L
(2009). Depresi: Tinjauan psikologis. Jakarta:
Kencana Prenada Media Group.
Rogers, T.,
& Graham F. (1999). Mengatasi stres
(Kusnandar, Penerj.). Jakarta: Elex Media Komputindo (Karya asli diterbitkan
pada 1999).